Selasa, 28 Mei 2013

selamat pagi

Hai..
Perempuan yang telah aku kecewakan
Selamat pagi..
Maafkan aku.. 
Tak perlu mencari pembenaran apapun karena aku memang bersalah..
Sepenuhnya aku salah.. 
Terimakasih untuk kata-kata yang begitu menusuk hati
Terimakasih untuk menjadikan aku lebih sabar
Lebih kuat
Lebih arief memandang setiap persoalan..
Lebih empati..
Lebih mengikhlaskanmu
Untuk menentukan pilihanmu sendiri
Tanpa harus aku berati dengan syarat ini dan itu..
Terimakasih..

Jumat, 24 Mei 2013

Matre? Ogah Ahhh!!!!!

Jujur. Aku bukan perempuan matre dan enggak mau dimatrein. Kenapa aku enggak mau jadi perempuan matre? karena aku tahu cari uang itu susaaahhh sekali, dan aku terbiasa membelanjakan uangku ke keperluan yang  tepat dan sesuai budget yang aku miliki. Sedari kecil, seingatku, di usia 13 tahun aku sudah mulai bekerja membantu kedua orangtuaku di perusahaan kontraktor milik mereka. Dari mulai memfotokopi , menjilid penawaran proyek, hingga menjilid berlembar-lembar Rancangan Anggaran Biaya (RAB), untuk mempropose proyek pemerintah. Cuma jadi kroco aja sih... , karena tugas aku hanya memastikan lembar-lembar yang harus dijilid itu sesuai dengan urutan masing-masing. dari mulai HO, TDP, NPWP, RAB, dll.
Setiap kali musim tender proyek, aku mengantungi uang sebanyak Rp75 ribu. Di tahun itu, uang sebesar itu nilainya mungkin sama dengan Rp750.000,-  sekarang. Uang itu kebanyakan aku belikan buku pelajaran, novel lima sekawan, atau Trio Detective. Harganya kalau tidak salah Rp1.250 perak.
Seiring perjalanan waktu, aku tumbuh menjadi anak yang mandiri. SMA, hingga kuliah aku makin terbiasa bekerja. Dari mulai bisnis ala anak kuliah, hingga menjadi photografer bagi cewek-cewek centil di kampus yang doyan foto. Zaman itu, belum ada kamera digital.. apalagi HP kamera. jadi semua dikerjakan dengan kamera SLR manual yang mengandalkan cahaya matahari. Hehehee..
Aku pernah memiliki seorang partner, dia juga memiliki semangat mencari uang yang sama dengan aku. Kita berdua punya kafe kecil untuk membiaya pengeluaran kita. Meskipun pada akhirnya kafe itu tutup seiring dengan tutupnya cerita tentang aku dan dia.
 Nah.. kemarin.. Seorang teman baru sebut saja namanya Bunga (32thn), curhat mengenai eks partnernya. Dia mengaku dimatrein sama partnernya itu hingga merugi puluhan juta rupiah. Ckckckckkk...
Sampai akhirnya partnernya itu menikah dengan menggunakan aset yang dananya berasal dirinya.. Hmm...

Selasa, 21 Mei 2013

We Could Be In Love


Be still my heart
Lately its mind is all its own
It would go far and wide
Just to be near you
Even the stars, shining up bright
I've noticed when you're close to me
Still it remains a mystery.

Refrain 1:
Anyone who's seen us
Knows what's goin' on between us
It doesn't take a genius
To read between the lines
And it's not just wishful thinking
Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love.

I ask myself why
I sleep like a baby through the night
Maybe it helps to know
You'll be there tomorrow
Don't open my eyes (ooh hoo-hoo)

I'll wake from the spell I'm under
Makes me wonder how (tell me how)
I could live without you now.

Refrain 2:
And what about the laughter
The happy ever after?
Like voices of sweet angels
Calling out our names
And it's not just wishful thinking

Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love.

Bridge:
All my life, I have dreamed of this
But I could not see your face
Don't ask why to such distant stars
Can fall right into place.

(Repeat Refrain 1 except last word)

...love.

Oh, it doesn't take a genius
To know what these are symptoms of
We could be, oh hoh we could be
We could be in love, we could be
We could be in love.

--- Lea Salonga ---
 

Senin, 20 Mei 2013

Kita. Kamu dan Aku

Entahlah
Dengan bahasa apa kumaknai hubungan kita
Dari bermenit-menit bertukar sapa di telepon
Hingga ratusan aksara yang terkirim
Terus begitu disela-sela kesibukan kita
Ditengah rasa kantuk menyergap mata
Disamping seorang lelaki yang kusebut ayah anak-anakku..
Aku memujamu..
Kau juga tak pernah sanggup kehilangan aku
Tapi kita sudah tetapkan hati
Untuk tidak lagi saling jatuh cinta
Aku bukan takdirmu
Katamu pada suatu malam
Aku diam saja..
Kau boleh narasikan apa saja untuk memaknai KITA
Tapi aku…
Aku maknai KAU hanya sekedar datang di dalam hidupku sebentar saja
Sebagai kekasih, lalu teman.. dan kini SAHABAT..
Terimakasih untuk kebersamaan kita..

Kamis, 16 Mei 2013

Perempuan Yang Memanggilku Madu

Kau lah perempuan itu..
Yang kerap memanggilku madu..
Meskipun aku bernama..
Madu menjadi cukuplah bagimu  untuk memaknaiku..

 


Rabu, 15 Mei 2013

Perempuan Dalam Gerimis

Aku melihatnya...
Perempuan dalam gerimis..
lengkap dengan senyum di ujung bibir..
Kali kedua yang tetap memesonaku..

Perempuan berkerudung yang payudaranya penuh..
Pernah menjadi milikku dalam separuh perjalanan waktu 
Pada mentari sore siap terbenam
Hingga gemintang menjadi penghias langit malam..

Dia ..., aku serahkan pada takdir..
Untuk berjudi dengan masa depan..
Lalu datang kembali..
tetap dengan payudara dan kulit pualam yang sama..

Seorang bocah kecil menetek disana..

 

Kamis, 09 Mei 2013

Kepadamu Laut..

Aku labuhkan penatku pada gelombang yang sepenuhnya menjadi milikmu..
Pada riak air sisa gelombang yang tak henti berlomba mencapai pantai..
Aku terombang-ambing dan terhempas pada satu waktu
Aku lelah..
Izinkan aku melihat dari tepi saja..
Sambil bermain dengan pasir pantaimu..
Untuk kutorehkan sebuah nama disana..
Biarlah kau dan gelombang pasangmu yang akan menghapusnya..
Meski diam-diam.. aku ukir lagi sebuah nama yang sama disana..
Entah sampai Kapan… :’(